Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Petrodes: Mari Membangun Papua…!

Wed, 23 Dec 2020 11:21:38pm Jurnal Batavia
Dibaca 29 Kali
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
IMG-20201223-WA0071

Talk Show di Sebuah Hotel di Kawasan Mangga Besar Jakarta Pusat, Rabu, (23/12/2020), dengan tema “OTSUS PAPUA; Spirit Awal, Kenyataan Hari ini dan Harapan Hari Esok” di sebuah Hotel di Kawasan Mangga Besar Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020). 

 

JURNAL BATAVIA-Komite Mahasiswa dan Pemuda Papua Indonesia (KOMPPI) menyelenggarakan Talk Show di Sebuah Hotel di Kawasan Mangga Besar Jakarta Pusat, Rabu, (23/12/2020), dengan tema “OTSUS PAPUA; Spirit Awal, Kenyataan Hari ini dan Harapan Hari Esok”.

Menghadirkan empat orang pembicara, yakni Marinus Yaung, S.IP. M.Si (Akademisi),  Rahmat Siregar, SH,M.Hum (Inisiator UP4B),Jonah S.Weyai, SE (Aktifis Pemuda Papua/Mantan Wapresma UNCEN) dan Irawati Wona, SH (Wakil ketua Gemarindo).

Dalam sambutannya, Petrodes M. Keliduan, S.sos selaku Ketua Umum Komite Mahasiswa dan Pemuda Papua Indonesia mengajak para mahasiswa dan pemuda Papua yang ada di Jakarta untuk keluar dari konflik disintegrasi, serta dinamika tarik menarik Otsus yang sama sekali tidak menjamin masa depan generasi Papua.

Generasi muda Papua hari ini adalah harapan untuk masa depan Papua, OTSUS akan terus berlanjut dan generasi muda Papua sebaiknya mempersiapkan diri untuk  menyambut dan memanfaatkannya untuk pembangunan Papua yang lebih baik dari hari ini.

“Otsus hadir karena ada alasan, ada dinamika dan masalah, ada ketergantungan dan harapan namun saat ini belum ada indikator. Saat ini kita tidak usah mempersoalkan tentang pro dan kontra. Tolak dan terima atau  memilih NKRI atau merdeka. Marilah bersatu membangun Papua, mencerdaskan generasi muda Papua agar bisa menjadi pemimpin di masa depan. Mari berfikir bagaimana bisa ikut andil mengatur negara. Kita butuhkan kesatuan fikir dan kesatuan gerak, jangan hanyut dalam konflik yang berkepanjangan. Keluarlah dari konflik dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik dan damai,” kata Petrodes membuka diskusi pertama.

Kemudian dilanjutkan oleh Rahmat Siregar, yang menyampaikan bahwa Persoalan otsus tidak pada titik menolak atau sepakat akan kebijakan tersebut, melainkan  persoalan subtansinya ada pada integritas pejabat negara yang wajib menjalankan Otsus bagi kesejahteraan rakyat Papua dan Papua Barat.

Untuk ini otsus bukan sebuah agenda tawar-menawar kepentingan politik para pihak dan sebuah kebiasaan buruk yang dipakai sebagai ancaman untuk menyatakan sikap tertentu ataupun sebuah propaganda. Negara dalam hal ini pemerintah pusat sudah saatnya tidak perlu lagi ada keraguan untuk melakukan evaluasi Otsus, dalam konteks mengkoreksi dan merefleksi seberapa besar nilai kemaslahatannya yang dapat sampai kepada rakyat dibanding dengan besarnya kebocoran atau penyimpangan dana Otsus, tindakan ini akan menempatkan negara pada posisi trush /dipercaya, hal ini harus menjadi semangat “Honesty is Telling The Truth” atau kejujuran untuk menyampaikan kebenaran.

Dari sisi akademis, Marinus Yaung juga menekankan bahwa otsus yang ada saat ini tidak melibatkan orang Papua jadi perlu dievaluasi lagi jika akan memperpanjang waktunya, mengingat tahun 2021 akan berakhir. Selain itu, jika ada suatu kasus harus dijelaskan secara mendetail dan jangan mengeluarkan statemen yang tidak sesuai realita yang ada, lalu mencari solusi yang baik.

“Pada saat ini di pemerintahan Presiden Joko Widodo baru kami rasakan manfaat otsus karena telah memberi  peluang lebih banyak pada pemuda Papua untuk menuntut ilmu di berbagai Universitas dalam dan luar negeri. Masukan kami agar pemerintah membuka ruang konsultasi dengan orang Papua serta mengadakan sosialisasi lagi tentang kontrak politik dengan orang Papua (otsus), serta harus melibatkan orang Papua agar bisa menyelesaikan masalah yang terjadi dan mengetahui kebutuhan orang Papua. Orang Papua harus terlibat dalam mendesain rancangan Undang- Undang yang baru kedepannya. Hal ini yang dapat membantu menyelesaikan masalah Papua kedepan agar 10 hingga 20 tahun mendatang tak ada lagi terdengar isu Papua Merdeka,” ungkap Marinus.

Di tempat yang sama, Jonah S. Weyai seorang aktivis muda, mantan pimpinan mahasiswa Universitas Cenderawasih ini pun juga menekankan bahwa Generasi Muda Papua perlu belajar Sejarah Perjalanan Papua guna memposisikan diri dengan baik dan menjadi generasi yang  mencerdaskan dan mencerahkan persatuan orang papua dalam bingkai NKRI.

Tidak hanya itu, Kita juga harus berani kritis untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah daerah sebagai pengelola dana Otsus. Kurangnya keterbukaan Informasi Pemerintah dalam hal Pengelolaan dana Otsus ini juga merupakan penyebab Rakyat Papua Apatis bahkan sudah tidak percaya dengan kehadiran Otsus mampu menjawab persoalan kesejahteraan Rakyat Papua. Oleh sebab itu perlu adanya “Evaluasi Otsus Secara Menyeluruh”.

Irawati Wona, mewakili aktivis perempuan Papua  yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua GEMARINDO (Gerakan Membangun Rakyat Indonesia) berpendapat bahwa tidak perlu fokus pada spirit awal pembentukan karena masih ada yang belum puas dengan otsus. Masih perlu diperhatikan hak-hak perempuan dalam pendidikan dan perlindungan dari KDRT. Pasal-pasal yang ada sudah baik namun implementasinya tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga belum maksimal dirasakan manfaatnya. Dan yang terpenting  ialah Negara harus bersinergi untuk menuntaskan permasalahan Papua agar dapat menangkan hati dan pikiran rakyat Papua,” pungkasnya.(FRI)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bongkar Mega Korupsi Jiwasraya dan Asabri, Kejagung Diapresiasi Pengamat Hukum

Fri, 16 Jul 2021 06:32:49pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Kinerja Bidang Pidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam membongkar dua mega skandal korupsi pada...

Jaga Kepercayaan Masyarakat, Penggeledahan Kantor Bank Harus Lebih Humanis

Fri, 2 Jul 2021 11:02:01pm

Ilustrasi.      JURNAL BATAVIA - Penggeledahan kantor salah satu bank BUMN di Medan oleh aparat penegak hukum yang dikawal polisi...

Persidangan Terdakwa Yuri Pratomo Terungkap Kesaksian Palsu

Wed, 16 Jun 2021 11:43:39pm

Foto: Ilustrasi     JURNAL BATAVIA - Dalam pembuktian pada persidangan dengan terdakwa Yuri Pranatomo di PN Denpasar pada Senin...

Ditengarai Terlibat Mafia Hukum, MA Diminta Awasi Ketua PN Batam

Thu, 10 Jun 2021 09:23:09am

Foto: Gedung Mahkamah Agung (MA) .   JURNAL BATAVIA-Ketua Mahkamah Agung RI, dan Kepala Bawas MA  dituntut aktif melakukan pengawasan...

Bukan Pertama Kalinya Ada Mafia Hukum di Kejati Kepri

Sun, 6 Jun 2021 11:11:22pm

Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.    JURNAL BATAVIA-Dugaan praktek mafia hukum di tubuh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau...

Bank Mega Diminta Ganti Rugi Dana Nasabah Akibat Dugaan Pembobolan Rp 33,45 Miliar

Tue, 25 May 2021 10:36:10pm

Foto: Ilustrasi.    JURNAL BATAVIA - Sembilan nasabah Bank Mega yang tabungannya diduga dibobol pejabat bank menuntut pimpinan dan pemilik bank...

Atlet Karate Indonesia Bertekad Tingkatkan Prestasi di Kejuaraan Internasional

Sun, 23 May 2021 12:21:43am

Manager Pelatnas Mayjen TNI Sapriadi.    JURNAL BATAVIA - PB FORKI terus bertekad meningkatkan prestasi para atlet karate di Indonesia....

Kejati Banten Sukses Mendorong Percepatan Investasi Sebesar 59 Triliun

Wed, 19 May 2021 09:46:13pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Keberhasilan demi keberhasilan terus ditunjukkan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Tak cuma...

Purnawirawan, Istri, dan Warakawuri TNI AD di Wilayah Manokwari Papua Barat Mulai Divaksin AstraZeneca

Wed, 19 May 2021 10:00:20am

Foto: Pendam XVIII/Kasuari.   JURNAL BATAVIA - Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada...

Ketum Partai UKM Pecat Sekjen Syafruddin Budiman

Sun, 9 May 2021 02:20:48pm

Istimewa.  JURNAL BATAVIA - Partai Usaha Kecil Menengah (UKM) kini dilanda konflik internal. Konflik terjadi antara Ketua Umum Partai...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   0
Pengunjung Terakhir      :   0
Pengunjung Kemarin      :   16
Total Pengunjung               :   39777