Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Dipertanyakan, Proses Hukum Kasus Kematian Warga Papua di Perkebunan Kelapa Sawit

Wed, 1 Jul 2020 10:32:31pm Jurnal Batavia
Dibaca 11 Kali
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
IMG_20200502_020744

Logo Amnesty International Indonesia. 

 

JURNAL BATAVIA-Amnesty International Indonesia mempertanyakan proses hukum atas kasus kematian Marius Berita yang diduga karena dianiaya seorang oknum polisi di area perkebunan kelapa sawit PT TSE, pada Mei 2020 lalu.

Sebab, sudah hampir 2 bulan setelah kejadian itu, sampai sekarang belum ada penyelesaian maupun keterbukaan terkait proses penyelidikan atas kasus tersebut.

“Aparat berwenang harus segera menindak tegas dan mengadili seadil-adilnya para pihak yang bertanggung jawab atas penghilangan nyawa ini. Permintaan maaf kepada publik sama sekali tidak cukup, proses pengadilan harus terus berjalan,” kata Direktur Amnesty International Indonesia, Ary Hermawan melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Ia pun khawatir lambannya aparat berwenang dalam menangani kasus-kasus penganiayaan terhadap warga Papua yang dilakukan oleh polisi, kembali menunjukan adanya impunitas terhadap aparat negara, sehingga mereka dapat menyalahgunakan kekuasaannya dengan sewenang-wenang.

“Praktik seperti ini harus dihapuskan. Jika terus berlanjut, ini akan menjadi preseden buruk untuk lembaga kepolisian, sehingga tidak heran jika kepercayaan publik akan semakin tergerus,” tegas Ary Hermawan. 

Pada 16 Mei 2020, seorang warga Papua bernama Marius Betera dinyatakan meninggal dunia di sebuah klinik di Kecamatan Boben Digoel, Papua , pada 16 Mei 2020 lalu.

Menurut keterangan para saksi mata, Marius meninggal setelah diserang dan dianiaya seorang polisi di area perkebunan kelapa sawit milik PT TSE. 

Menurut kronologis yang dikumpulkan oleh Amnesty International, Marius pada awalnya terkejut karena lahan yang ia gunakan untuk menanam pisang ditemukannya telah digusur, diduga dilakukan oleh pihak perusahaan. Lahan tersebut merupakan lahan milik TSE yang memang biasa digunakan oleh warga setempat untuk menanam sayur dan buah.

Menemukan kebun pisangnya sudah tergusur, Marius kemudian mendatangi pos keamanan setempat untuk menanyakan latar belakang penggusuran tersebut. Karena tidak mendapat jawaban apapun, Marius berencana mendatangi pos polisi di daerah tersebut, namun di tengah perjalanan ia diserang dan dianiaya di beberapa bagian tubuhnya oleh seorang anggota kepolisian yang bertugas di area perkebunan kelapa sawit TSE.

Marius kemudian pergi ke klinik setelah dipukuli. Sesampainya di klinik ia sempat mendapatkan penanganan berupa selang dan tabung oksigen karena mengeluhkan sakit di dada, namun tidak lama kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.

Kepolisian setempat sebelumnya mengklaim bahwa Marius meninggal dunia karena serangan jantung dan tidak ditemukan adanya bukti penganiayaan di tubuhnya.

Kapolres Boven Digoel Kombespol Syamsurijal mengakui adanya insiden penganiayaan tersebut dan menyatakan telah menahan seorang anggota kepolisian yang diduga melakukan penganiayaan itu. Ia juga berjanji bahwa polisi tersebut akan dikenakan sanksi internal atas pelanggaran kode etik.(IND)

 

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Kajari Pangkalpinang Jefferdian Gelar Vaksinasi Covid-19

Wed, 10 Mar 2021 09:52:26am

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang, Jefferdian SH MH, saat memimpin langsung jajarannya melaksanakan suntikan vaksinasi Covid -19. Foto:...

Tertarik Dengan Bisnis Raja Molen, Wakil Ketua BUMDes Tawarkan Kerjasama

Sat, 27 Feb 2021 05:22:42pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Pemantapan kerjasama BUMdes Badan Usaha Milik Desa, mitra usaha Desa Sindangkempeng Kecamatan Greged Kabupaten...

Kejagung Periksa ES dan 7 Direksi Perusahaan Sekuritas

Fri, 26 Feb 2021 07:54:13am

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.    JURNAL BATAVIA-Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus)...

Menuju Zona Integritas WBBM, Jampidum Ajak Jajarannya Mengubah Paradigma Lama

Wed, 24 Feb 2021 03:43:50pm

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana bersama Sekretaris Jampidum Yunan Harjaka dan jajaran Direktur Bidang Pidana Umum saat...

Koramil 06/Setiabudi Laksanakan PPKM, Danramil: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Tue, 23 Feb 2021 12:18:33pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Koramil 06/ Setiabudi, Kodim 0504/Jakarta Selatan tidak henti-hentinya melaksanakan penerapan protokol...

Membumikan Pancasila Adalah Elemen Penting Sistem Ketahanan

Fri, 12 Feb 2021 05:36:15pm

Kuliah ilmu Pancasila dan Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan di Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2021).     JURNAL BATAVIA-Tenaga Profesional...

Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Ustad Maheer

Wed, 10 Feb 2021 06:09:19pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.  JURNAL BATAVIA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor...

Adam Damiri Ditetapkan Tersangka, Pengacara Pertanyakan Keabsahan Barang Bukti

Wed, 10 Feb 2021 11:17:19am

Pengacara Tonin Tachta Singarimbun.      JURNAL BATAVIA-Penetapan mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam Rachmat Damiri sebagai...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   8
Pengunjung Terakhir      :   12
Pengunjung Kemarin      :   740
Total Pengunjung               :   30373