Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Sempat Buron, Notaris Serahkan Diri ke Kejari Gianyar

Mon, 11 Jan 2021 11:47:55pm Jurnal Batavia
Dibaca 9 Kali
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
IMG-20210111-WA0040

Tim Tabur Kejaksaan RI amankan Hartono, terpidana kasus pemalsuan jual beli villa senilai Rp 38 miliar di Bali. 

JURNAL BATAVIA-Setelah Tri Endang Astuti dan Asral, Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan kembali mengamankan terpidana kasus pemalsuan jual beli villa mewah senilai Rp 38 miliar di Bali. 

Korps adhyaksa itu kini mengamankan Hartono, yang juga terpidana sekaligus buronan dengan kasus yang sama. 

Berbeda dengan Tri Endang Astuti binti Solex Sutrisno dan Asral bin Muhammad Soleh yang ditangkap Tim Tabur Kejaksaan dari tempat persembunyiannya, Hartono yang berprofesi sebagai Notaris ini menyerahkan diri ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, Bali.

“Buronan terpidana Hartono menyerahkan diri ke kantor Kejari Gianyar di Jalan Ciung Wanara Nomor 12A Gianyar, Bali, pada Senin (11/012021) sekitar pukul 14.53 WITA,” ujar Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung, Sunarta di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Sunarta mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI (MARI) Nomor : 534/K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020 menyebutkan bahwa Hartono terbukti melanggar Pasal 263 Ayat (1) KUHP dan Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP tentang pemalsuan surat jual beli Villa Bali Rich (PT. Bali Rich Mandiri) senilai Rp 38 miliar.

“Atas perbuatannya, Hartono SH dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun,” kata Sunarta.

Sayangnya, setelah putusan MA itu turun, Hartono tak juga memenuhi panggilan jaksa eksekutor untuk melaksanakan putusan MA yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) tersebut.

Padahal, sudah dipanggil secara patut berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku sebanyak 3 kali melalui surat panggilan ke alamat sesuai dengan yang tertera dalam identitas Hartono di Jalan Drupadi VI No 8 Denpasar, Bali, atau di pertokoan Niaga Dewa Ruci Blok B No 9 Jalan Sunset Road, Kota Bali.

“Karena tak memenuhi panggilan walau sudah tiga kali dipanggil secara patut, akhirnya Hartono dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali,” ucap Sunarta.

Sebelumnya, hal yang sama juga dilakukan terhadap buronan terpidana Tri Endang Astuti binti Solex Sutrisno dan Asral bin Muhammad Sholeh dalam kasus pemalsuan surat juali beli villa mewah senilai Rp 38 miliar di Bali.

Sunarta menyebut bahwa terpidana Hartono merupakan buronan ketiga dari lima buronan yang berhasil diamankan Tim Tabur Kejaksaan terkait kasus pemalsuan surat jual beli villa mewah senilai Rp 38 miliar di Bali.

“Tim Tabur Kejaksaan masih terus bergerak memburu dua buronan lagi yang terlibat dalam kasus pemalsuan jual beli villa di Bali ini,” ucap Sunarta.  

Sunarta mengungkapkan, sejak seminggu memasuki Januari 2021 ini sudah tujuh buronan yang berhasil diamankan Tim Tabur Kejaksaan RI.

“Sebelumnya pada tahun 2020 hampir mencapai 150 buronan yang berhasil diamankan Tim Tabur Kejaksaan RI, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana,” ungkap Sunarta.

Dia menambahkan, program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 digulirkan oleh Bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan, baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya, dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan,” tandas Sunarta.

Oleh karena itu, Sunarta mengimbau agar para buronan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

“Sebab, dimanapun bersembunyi akan kami kejar dan tangkap para buronan itu,” tegasnya.(YDH)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bukan Pertama Kalinya Ada Mafia Hukum di Kejati Kepri

Sun, 6 Jun 2021 11:11:22pm

Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.    JURNAL BATAVIA-Dugaan praktek mafia hukum di tubuh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau...

Bank Mega Diminta Ganti Rugi Dana Nasabah Akibat Dugaan Pembobolan Rp 33,45 Miliar

Tue, 25 May 2021 10:36:10pm

Foto: Ilustrasi.    JURNAL BATAVIA - Sembilan nasabah Bank Mega yang tabungannya diduga dibobol pejabat bank menuntut pimpinan dan pemilik bank...

Atlet Karate Indonesia Bertekad Tingkatkan Prestasi di Kejuaraan Internasional

Sun, 23 May 2021 12:21:43am

Manager Pelatnas Mayjen TNI Sapriadi.    JURNAL BATAVIA - PB FORKI terus bertekad meningkatkan prestasi para atlet karate di Indonesia....

Kejati Banten Sukses Mendorong Percepatan Investasi Sebesar 59 Triliun

Wed, 19 May 2021 09:46:13pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Keberhasilan demi keberhasilan terus ditunjukkan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Tak cuma...

Purnawirawan, Istri, dan Warakawuri TNI AD di Wilayah Manokwari Papua Barat Mulai Divaksin AstraZeneca

Wed, 19 May 2021 10:00:20am

Foto: Pendam XVIII/Kasuari.   JURNAL BATAVIA - Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada...

Ketum Partai UKM Pecat Sekjen Syafruddin Budiman

Sun, 9 May 2021 02:20:48pm

Istimewa.  JURNAL BATAVIA - Partai Usaha Kecil Menengah (UKM) kini dilanda konflik internal. Konflik terjadi antara Ketua Umum Partai...

Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum Kapolri dan Jaksa Agung

Thu, 15 Apr 2021 05:46:57pm

Foto: Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Seorang Pencari Kadilan, Zaenal Tayeb, korban mafia hukum di kepolisian dan kejaksaan  wilayah Bali,...

Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Optimis Raih Predikat Zona Integritas WBK Dan WBBM

Wed, 7 Apr 2021 10:42:09pm

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi.    JURNAL BATAVIA - Satuan kerja (Satker) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   1
Pengunjung Hari Ini         :   53
Pengunjung Terakhir      :   57
Pengunjung Kemarin      :   203
Total Pengunjung               :   36708