Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

‘Perempuan Berdaya, Indonesia Maju’ Jadi Tema Peringatan Hari Ibu Tahun Ini

Sat, 12 Dec 2020 11:44:59pm Jurnal Batavia
Dibaca 15 Kali
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
IMG-20201027-WA0007

Ilustrasi: Sosok Ibu

 

 

JURNAL BATAVIA-Peringatan Hari Ibu (PHI) yang jatuh pada 22 Desember seringkali dimaknai oleh masyarakat khususnya generasi milenial sebagai mother’s day. Pergeseran makna PHI ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, mengingat Hari Ibu merupakan momentum pemantik semangat tidak hanya bagi para perempuan, tapi juga masyarakat khususnya generasi muda untuk bergerak bersama secara nyata meningkatkan kualitas hidup perempuan serta menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan terkait perempuan khususnya dalam menghadapi masa sulit pada situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Wakil Ketua Panitia Umum Peringatan Hari Ibu Ke-92, Titi Eko Rahayu mengungkapkan pentingnya mengembalikan makna sesungguhnya dari Peringatan Hari Ibu itu sendiri. Titi menilai PHI merupakan momentum untuk mengenang semangat para perempuan luar biasa yang turut berjuang menentang penjajah, khususnya dalam memperjuangkan nasib perempuan dalam mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan menyuarakan pendapat di hadapan publik.

“Peringatan Hari Ibu tahun ini memaknai kembali semangat para perempuan untuk mengambil peran mengisi pembangunan dengan melakukan aksi solidaritas merespon pandemi Covid-19,” ujar Titi dalam acara Dialog dengan Media (Media Talk) dalam rangka Peringatan Hari Ibu Ke-92 dengan tema ‘Hari Ibu Bukan Mother’s Day’.

Titi menambahkan peringatan Hari Ibu tahun ini dikemas berbeda karena menyesuaikan dengan situasi pandemi yang dihadapi bangsa Indonesia dan berdampak besar pada kehidupan masyarakat.

“Kami melaksanakan kegiatan dan mengangkat tema dalam PHI Ke-92 menyesuaikan dengan situasi pandemi saat ini. Tema utama PHI yang akan kita usung sampai 2024 adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” ungkap Titi.

Adapun 4 (empat) sub tema yang diangkat dalam PHI ke-92 yaitu 1) Perjuangan Perempuan Masa Kemerdekaan: Perempuan Pejuang – Perjuanganku Bagian Sejarah Perjuangan Bangsaku; 2) Perjuangan perempuan – Masa Kini: Perempuan – Inspirasiku untuk Kemajuan Bangsaku; 3) Perjuangan Perempuan di Era Tatanan Baru: Perempuan – Penyemangat dan Garda Terdepan di Era New Normal; dan 4) Kemitraan Perempuan dan Laki-laki untuk 5 (Lima) Prioritas Kemen PPPA: Perempuan dan Laki-laki – Bersama dan Berbagi untuk Negeri.

Pada acara ini, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto menekankan pentingnya menjalin kedekatan dengan generasi muda melalui sosialisasi dan edukasi terkait makna sebenarnya dari Peringatan Hari Ibu. Menurut Giwo media massa juga berperan penting dalam menghadirkan isu menarik terkait makna Hari Ibu sehingga akan lebih mudah diterima masyarakat khususnya generasi milenial.

Peringatan Hari Ibu hadir melalui keputusan Kongres Perempoean Indonesia III di Bandung pada 22 Desember 1938. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

“Peringatan Hari Ibu lebih dari sekedar mother’s day. PHI adalah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan dalam berbagai sektor pembangunan untuk Indonesia maju yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Momentum Peringatan Hari Ibu bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dalam pemenuhan hak perempuan dan anak, serta untuk memajukan perempuan Indonesia di masa pandemi Covid-19 dimana banyak perempuan terpuruk, menjadi korban kekerasan, bahkan harus memikul beban ganda,” terang Giwo.

Dalam momentum Peringatan Hari Ibu ke-92, perempuan Indonesia wajib menjadi Ibu bangsa yang mengemban tanggung jawab mulia, inovatif, dan memiliki kepribadian bangsa nasionalisme, serta sehat dan jasmani. “Mari berkolaborasi dan bersinergi mengemban amanat para founding mothers (ibu bangsa) untuk sebaik-baiknya menjadi ibu bangsa sejati. Jangan melupakan sejarah, kita harus menjalankan amanah para perempuan terdahulu yang memberikan pengorbanan luar biasa bukan hanya materi tapi juga jiwa dan raga,” tegas Giwo.

Sependapat dengan Giwo, Pegiat Literasi, Maman Suherman menegaskan pentingnya melakukan upaya nyata untuk meluruskan kebenaran makna hari ibu dengan memanfaatkan sinergi, di antaranya melalui sosialisasi dan literasi digital kepada generasi milenial. Maman menambahkan sinergi dapat dilakukan dengan berbagai pihak seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Perpustakaan Nasional, Siber Kreasi, dan pihak lainnya, melaui penyelenggaraan lomba reading report.

“Sangat penting bagi generasi milenial agar membaca sejarah hari ibu untuk kemudian disebarluaskan ke media massa maupun media sosial. Digitalisasi data yang terarsip di Perpustakaan Nasional juga begitu penting untuk dilaksanakan sehingga anak muda dapat mudah mengakses informasi penting tersebut,” tambah Maman.

Maman menambahkan, hari ibu semestinya dapat menempatkan perempuan pada posisi jauh lebih terhormat.

“Pentingnya menghilangkan perilaku objektif terhadap perempuan, mereka juga merupakan subjek pembuat keputusan dalam proses pembangunan bangsa, bukan properti dalam kehidupan. Saya tegaskan bahwa berbagai persoalan terkait perempuan bukan hanya menjadi masalah perempuan saja, tapi ini masalah kemanusiaan. Jadikan perempuan sebagai mitra yang setara dengan laki laki,” tutur Maman.

Puncak Peringatan Hari Ibu ke-92 tahun ini akan dilaksanakan pada 22 Desember 2020 dengan mengusung konsep acara secara online dan offline yang terbatas dan minimalis, serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan rangkaian acara PHI Ke-92 melibatkan seluruh komponen bangsa, pemerintah, organisasi perempuan, media massa, dunia usaha, lembaga masyarakat dan juga kaum milenial.

Di antaranya menghadirkan ruang dan fasilitas bagi perempuan wirausaha yang memiliki produk berorientasi pasar, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan alam yang mampu bertahan serta bangkit pada masa pandemi. Selain itu, juga menyediakan ruang berbagi untuk para perempuan inspirator yang telah melakukan aksi solidaritas untuk lingkungan sekitarnya di masa pandemi Covid-19.

Di samping itu, sebagai rangkaian acara PHI ke-92, Kemen PPPA juga melaksanakan pemberian bantuan sosial bagi para perempuan pejuang Kemerdekaan RI, menetapkan Duta Perempuan dan Anak di Daerah, mengadakan Bazar Virtual dan meresmikan E-Katalog, melakukan Ziarah ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata, melakukan berbagai publikasi PHI Ke-92 di media massa dan media sosial, melaksanakan pelatihan tentang kepemimpinan perempuan di desa dan kewirausahaan termasuk bagi perempuan penyintas korban bencana, serta melaksanakan webinar yang mengangkat berbagai topik penting terkait pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, kesehatan, sosial, pendidikan, politik dan pengambilan keputusan, serta yang terpenting topik terkait pemaknaan kembali PHI.(YDH)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Kejagung Periksa ES dan 7 Direksi Perusahaan Sekuritas

Fri, 26 Feb 2021 07:54:13am

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.    JURNAL BATAVIA-Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus)...

Menuju Zona Integritas WBBM, Jampidum Ajak Jajarannya Mengubah Paradigma Lama

Wed, 24 Feb 2021 03:43:50pm

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana bersama Sekretaris Jampidum Yunan Harjaka dan jajaran Direktur Bidang Pidana Umum saat...

Koramil 06/Setiabudi Laksanakan PPKM, Danramil: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Tue, 23 Feb 2021 12:18:33pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Koramil 06/ Setiabudi, Kodim 0504/Jakarta Selatan tidak henti-hentinya melaksanakan penerapan protokol...

Membumikan Pancasila Adalah Elemen Penting Sistem Ketahanan

Fri, 12 Feb 2021 05:36:15pm

Kuliah ilmu Pancasila dan Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan di Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2021).     JURNAL BATAVIA-Tenaga Profesional...

Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Ustad Maheer

Wed, 10 Feb 2021 06:09:19pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.  JURNAL BATAVIA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor...

Adam Damiri Ditetapkan Tersangka, Pengacara Pertanyakan Keabsahan Barang Bukti

Wed, 10 Feb 2021 11:17:19am

Pengacara Tonin Tachta Singarimbun.      JURNAL BATAVIA-Penetapan mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam Rachmat Damiri sebagai...

Konfederasi Buruh Optimistis Dana Peserta BPJS Naker Aman

Mon, 8 Feb 2021 03:16:24pm

Konferensi pers virtual oleh tiga konfederasi buruh terkait penyidikan dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejaksaan Agung...

Diduga Rugikan Negara 23,7 Triliun, Kejagung Sasar Tersangka Lain Kasus Asabri

Thu, 4 Feb 2021 09:53:13pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak.    JURNAL BATAVIA-Tim penyidik pidana khusus...

Kejari Pulang Pisau Tuntaskan Tiga Perkara Tipikor

Fri, 29 Jan 2021 06:01:55pm

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulang Pisau, Triono Rahyudi (tengah).  JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau Kalimantan Tengah...

Kejari Pulang Pisau Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Fri, 29 Jan 2021 05:19:19pm

Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Triono Rahyudi beserta jajarannya. Istimewa.      JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis)...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   1
Pengunjung Hari Ini         :   8
Pengunjung Terakhir      :   12
Pengunjung Kemarin      :   368
Total Pengunjung               :   26353