Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Kejagung Tanggapi Pernyataan Kivlan Zen

Fri, 31 Jan 2020 08:11:37pm Jurnal Batavia
Dibaca 85 Kali
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
½

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono bersama pihak RSU Adhyaksa saat menanggapi pernyataan Mayjen (purn) Kivlan Zen. Yudha/jurnalbatavia.com.

JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menanggapi pernyataan Mayjen (purn) Kivlan Zein yang tersebar melalui video dan viral di media sosial. Pernyataan tersebut berkaitan pengakuan Kivlan yang merasa dipukul oleh seorang oknum dokter RSU Adhyaksa. 

“Kami memonitor adanya gerakan dan ajakan-ajakan untuk mempengaruhi berita itu, seolah-olah ada seseorang (Kivlan Zen) dipukul oleh dokter RSU Adhyaksa,” ujar Kapuspenkum, Hari Setiyono dalam jumpa pers di Kejagung, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Kendati demikian, Hari mengaku pihaknya belum mau mempersoalkan pernyataan tersebut lebih jauh. Pihaknya justru ingin agar persoalan tersebut segera selesai dengan jalur damai. 

“Kita inginkan damai, sehingga tidak ada persoalan yang meresahkan masyarakat,” harap Hari.

Sementara Direktur RSU Adhayksa, dr Dyah Eko Putranti mengakui pihaknya pernah memeriksa kesehatan Kivlan pada 2 September 2019. 

Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal itu, diperiksa kesehatannya berdasarkan permintaan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi DKI. 

“Kejadiannya betul pada dua September, kami diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk memeriksa kesehatan yang bersangkutan, dan kami datang ke rumah tahanan POM Guntur,” ungkap dr Dyah. 

Direktur RS Adhyaksa memerintahkan dr Yohan Wenas untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kivlan.

Dr Dyah menerangkan, dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan sehingga tidak perlu dirujuk saat itu juga ke rumah sakit. 

Pernyataan yang menerangkan Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan dituangkan ke dalam surat hasil pemeriksaan oleh dr Yohan Wenas dan akan disampaikan ke dr Dyah.

Menurut dr Dyah, usai melakukan pemeriksaan dr Yohan keluar dari ruangan Kivlan, namun sebelum jauh meninggalkan ruangan, tas dr Yohan tertinggal di ruangan Kivlan, sehingga dia kembali lagi. 

Di dalam ruangan tersebut, dr Dyah memamaparkan, ada dua orang pengacara Kivlan dan Kivlan sendiri, dan saat ingin mengambil tas dua pengacara tersebut menutup dan menghadang dr Yonas. 

“Kivlan meminta agar dr Yonas membacakan surat hasil pemeriksaan, namun saat dibacakan Kivlan merebut surat tersebut” lanjut dr Dyah. 

Dr Yonas bermaksud untuk meminta kembali surat hasil pemeriksaan kepada Kivlan, namun Kivlan teriak “saya dipukul, saya dipukul,”, padahal  tidak ada terjadi pemukulan, sambungnya lagi.

Dr Dyah menuturkan, pemeriksaan terhadap Kivlan yakni berupa analisa kesehatan dari tanya jawab dokter dengan yang bersangkutan mengenai keluhan Kivlan, tekanan darah serta vital sign.

Sementara itu, Hari Setiyono menambahkan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur, dan jika mau ada pemeriksaan lebih lanjut akan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.(YDH)

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bukan Pertama Kalinya Ada Mafia Hukum di Kejati Kepri

Sun, 6 Jun 2021 11:11:22pm

Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.    JURNAL BATAVIA-Dugaan praktek mafia hukum di tubuh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau...

Bank Mega Diminta Ganti Rugi Dana Nasabah Akibat Dugaan Pembobolan Rp 33,45 Miliar

Tue, 25 May 2021 10:36:10pm

Foto: Ilustrasi.    JURNAL BATAVIA - Sembilan nasabah Bank Mega yang tabungannya diduga dibobol pejabat bank menuntut pimpinan dan pemilik bank...

Atlet Karate Indonesia Bertekad Tingkatkan Prestasi di Kejuaraan Internasional

Sun, 23 May 2021 12:21:43am

Manager Pelatnas Mayjen TNI Sapriadi.    JURNAL BATAVIA - PB FORKI terus bertekad meningkatkan prestasi para atlet karate di Indonesia....

Kejati Banten Sukses Mendorong Percepatan Investasi Sebesar 59 Triliun

Wed, 19 May 2021 09:46:13pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Keberhasilan demi keberhasilan terus ditunjukkan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Tak cuma...

Purnawirawan, Istri, dan Warakawuri TNI AD di Wilayah Manokwari Papua Barat Mulai Divaksin AstraZeneca

Wed, 19 May 2021 10:00:20am

Foto: Pendam XVIII/Kasuari.   JURNAL BATAVIA - Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada...

Ketum Partai UKM Pecat Sekjen Syafruddin Budiman

Sun, 9 May 2021 02:20:48pm

Istimewa.  JURNAL BATAVIA - Partai Usaha Kecil Menengah (UKM) kini dilanda konflik internal. Konflik terjadi antara Ketua Umum Partai...

Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum Kapolri dan Jaksa Agung

Thu, 15 Apr 2021 05:46:57pm

Foto: Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Seorang Pencari Kadilan, Zaenal Tayeb, korban mafia hukum di kepolisian dan kejaksaan  wilayah Bali,...

Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Optimis Raih Predikat Zona Integritas WBK Dan WBBM

Wed, 7 Apr 2021 10:42:09pm

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi.    JURNAL BATAVIA - Satuan kerja (Satker) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   9
Pengunjung Terakhir      :   14
Pengunjung Kemarin      :   124
Total Pengunjung               :   36767