Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Jaksa Eksekusi Aset Terpidana Korupsi Kondensat Honggo Wendratno

Sat, 4 Jul 2020 10:28:08pm Jurnal Batavia
Dibaca 36 Kali
  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
hdr

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono.

 

JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat siap melaksanakan eksekusi terhadap Hongggo Hendratno, terpidana korupsi penjualan kondensat bagian negara pada Badan Pengelola Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BP MIGAS).

Eksekusi ini dilakukan menyusul putusan Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 6/Pid.Sus-TPK/2020/PN.JKT.Pst tanggal 22 Juni 2020. 

“Karena secara hukum acara pidana putusan pengadilan tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracht van gewijsde) sejak tanggal 29 Juni 2020 yang lalu, sehingga isi putusan pengadilan sudah dapat dilaksanakan atau dieksekusi,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Hari Setiyono, Sabtu (4/7/2020). 

Hanya saja, disebutkannya, eksekusi terhadap Honggo, baru akan dilakukan oleh tim jaksa terhadap aset-asetnya saja, belum fisiknya. Ini mengingat keberadaan Honggo yang belum diketahui sampai sekarang, sehingga dirinya belum dapat ditangkap untuk selanjutnya dieksekusi. 

“Kendati eksekusi badan atas terpidana Honggo Wendratno belum dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan tidak hadir baik secara sukarela maupun karena ditangkap, maka eksekusi putusan pengadilan tersebut dapat dilakukan terhadap sebagian isi putusan pengadilan tersebut,” jelas Hari. 

Adapun sebagian putusan pengadilan tersebut memerintahkan jaksa untuk merampas barang bukti milik Honggo berupa kilang TLI dan uang sebanyak Rp 97 miliar untuk negara. 

“Sebelum melaksanakan sebagian isi putusan pengadilan tipikor tersebut tim jaksa dari Kejari Jakarta Pusat sudah melaporkan kepada Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Bapak Ali Murkatono, dan akan segera dilaksanakan oleh tim jaksa eksekutor,” tegas Hari. 

Sebelumnya, pengadilan memutuskan Honggo Wendratno terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan dihukum pidana penjara selama 16 (enambelas) tahun dan denda 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti USD 128 juta (pidana pengganti penjara 6 tahun) serta barang bukti berupa kilang Tuban LPG Indonesia (TLI) dirampas untuk negara cq. Kementerian Keuangan RI, dan barang bukti berupa uang Rp 97 miliar dirampas untuk negara.

Bahwa sebelumnya Honggo Wendratno yang diajukan ke depan persidangan secara tanpa hadirnya terdakwa  (In Absetia) dan telah dituntut pidana oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dituntut hukuman pidana penjara selama 18 (delapanbelas) tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti USD 128 juta (pidana pengganti penjara 6 tahun).  Barang bukti berupa kilang TLI  dan uang Rp 97 miliar juga dirampas untuk negara. 

Sementara itu atas putusan pengadilan tersebut, Jaksa Penuntut Umum telah mengumumkan putusan atas nama Honggo Wendratno di papan pengumuman pengadilan, kantor pemerintah dan media lainnya. Namun sampai batas waktu yang diberikan undang undang, terdakwa Honggo Wendratno maupun kuasanya tidak menyatakan atau mengajukan upaya hukum banding.

Selain Honggo, pengadilan tersebut juga memutus bersalah dua terdakwa yang lainnya yaitu, Raden Priono selaku (Kepala BP Migas), Djoko Harsono (Deputi Finansial dan Ekonomi). Keduanya divonis hukuman empat tahun penjara dan denda masing-masing Rp 200 juta subsidair 2 (dua) bulan kurungan.(YDH)

 

 

 

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bukan Pertama Kalinya Ada Mafia Hukum di Kejati Kepri

Sun, 6 Jun 2021 11:11:22pm

Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.    JURNAL BATAVIA-Dugaan praktek mafia hukum di tubuh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau...

Bank Mega Diminta Ganti Rugi Dana Nasabah Akibat Dugaan Pembobolan Rp 33,45 Miliar

Tue, 25 May 2021 10:36:10pm

Foto: Ilustrasi.    JURNAL BATAVIA - Sembilan nasabah Bank Mega yang tabungannya diduga dibobol pejabat bank menuntut pimpinan dan pemilik bank...

Atlet Karate Indonesia Bertekad Tingkatkan Prestasi di Kejuaraan Internasional

Sun, 23 May 2021 12:21:43am

Manager Pelatnas Mayjen TNI Sapriadi.    JURNAL BATAVIA - PB FORKI terus bertekad meningkatkan prestasi para atlet karate di Indonesia....

Kejati Banten Sukses Mendorong Percepatan Investasi Sebesar 59 Triliun

Wed, 19 May 2021 09:46:13pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Keberhasilan demi keberhasilan terus ditunjukkan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Tak cuma...

Purnawirawan, Istri, dan Warakawuri TNI AD di Wilayah Manokwari Papua Barat Mulai Divaksin AstraZeneca

Wed, 19 May 2021 10:00:20am

Foto: Pendam XVIII/Kasuari.   JURNAL BATAVIA - Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada...

Ketum Partai UKM Pecat Sekjen Syafruddin Budiman

Sun, 9 May 2021 02:20:48pm

Istimewa.  JURNAL BATAVIA - Partai Usaha Kecil Menengah (UKM) kini dilanda konflik internal. Konflik terjadi antara Ketua Umum Partai...

Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum Kapolri dan Jaksa Agung

Thu, 15 Apr 2021 05:46:57pm

Foto: Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Seorang Pencari Kadilan, Zaenal Tayeb, korban mafia hukum di kepolisian dan kejaksaan  wilayah Bali,...

Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Optimis Raih Predikat Zona Integritas WBK Dan WBBM

Wed, 7 Apr 2021 10:42:09pm

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi.    JURNAL BATAVIA - Satuan kerja (Satker) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   10
Pengunjung Terakhir      :   15
Pengunjung Kemarin      :   124
Total Pengunjung               :   36768