Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Irjen Napoleon Bonaparte Sebut Tommy Sumardi Berikan Keterangan Palsu di Pengadilan

Wed, 6 Jan 2021 12:46:11pm Jurnal Batavia
Dibaca 82 Kali
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
IMG_20210106_123635

                           Diduga Tommy Sumardi membacakan doa saat hari ulang tahun Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di ruang kerjanya di Bareskrim Polri, pada 5 Mei 2020.  Namun, Tommy Sumardi yang di depan persidangan Senin (4/1/2021) lalu di PN Jakarta Pusat sempat menyatakan tidak pernah bertemu Komjen Listyo Sigit Prabowo selama tahun 2020.

 

JURNAL BATAVIA-Tommy Sumardi diduga telah memberikan keterangan palsu terkait kasus pencabutan Red Notice di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (4/1/2021) lalu.

Hal itu menyusul tudingan yang disampaikan Tommy, bahwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte telah menerima uang secara bertahap sebesar SG$200 ribu dan US$270 ribu untuk pengurusan red notice atas nama Joko S Tjandra.

“Sesuai keterangan saksi-saksi yang saling berkesesuaian, dihubungkan dengan alat bukti petunjuk rekaman CCTV, pernyataan saksi Tommy Sumardi di depan persidangan, merupakan serangkaian kebohongan, dan keterangan palsu,” ungkap Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang disampaikan secara tertulis melalui pihak keluarganya kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, terungkapnya keterangan palsu Saksi Tommy Sumardi di depan persidangan, telah menghancurkan bangunan skenario rekayasa kasus (legal engineering), yang disusun selama  penyidikan, sekaligus mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, yang secara sengaja  menelan mentah-mentah keterangan palsu Tommy Sumardi dalam penyidikan.

“Rangkaian kebohongan yang dilakukan saksi Tommy Sumardi, yang antara pelbagai kebohongan itu, terdapat hubungan sedemikian rupa, dan kebohongan yang satu, melengkapi kebohongan yang lain, sehingga secara timbal balik, menimbulkan sutau gambaran palsu, seolah-olah merupakan suatu kebenaran. Padahal sejatinya adalah keterangan palsu, yang oleh Penuntut Umum dijadikan bahan baku pembuatan surat dakwaan” ujar mantan Kadivhubinter Polri itu.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai M Damis, Tommy Sumardi memberikan keterangan berbelit-belit bahkan sering mengatakan lupa.

Saksi juga memungkiri jika pernah bertamu ke ruang kerja Kabareskrim Komjen Pol Listio Sigit Prabowo. Namun setelah terdakwa memperlihatkan foto saksi berada di ruang Kabareskrim, barulah Tommy Sumardi mengakui jika pernah bertamu dan diminta oleh Kabareskrim untuk memimpin doa di ulang tahun Listio Sigit Prabowo.

“Benar pak hakim, waktu itu saya diminta memimpin doa di hari ulang tahun pak Kabareskrim,” ujar Tommy Sumardi.

Napoleon menegaskan berdasarkan keterangan Tommy Sumardi di depan persidangan, bahwa tanggal 27 April 2020, bersama Brigjen Pol Prastyo Utomo, saksi datang menemui Irjen Pol Napoleon Nonaparte di ruang kerjanya,  di Lantai 11, Gedung TNCC Mabes Polri.  Namun keterangan saksi Tommy Sumardi, baik di BAP, maupun di persidangan, terkait peristiwa tanggal 27 April 2020, telah “terpatahkan” oleh barang bukti, petunjuk rekaman CCTV, yang diputar di depan persidangan, yang memperlihatkan  pada pukul  15.54 WIB, saksi Tommy Sumardi dan saksi Brigjen Pol Prasetijo Utomo, turun dari mobil Alphard warna putih, No. Pol B-114-FAU, berjalan masuk Lobby Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selata, dan keluar lobby Gedung TNCC Mabes Polri, pada jam 16.02 WIB, yang artinya hanya menelan waktu selama  8 menit.
 
“Waktu  8 (delapan) menit habis terpakai, hanya untuk masuk Gedung TNCC Mabes Polri, berjalan menuju depan lift lantai 1, menunggu pintu lift terbuka, lalu naik ke lantai 11, kemudian turun lagi, menunggu pintu lift terbuka untuk menuju lantai 1, dan berjalan keluar Gedung TNCC Mabes Polri,” ujar Napoleon.

Padahal setelah naik ke lantai 11 dan masuk ke ruang Kadivhubinter Polri, Tommy Sumardi mengaku bertemu dulu dengan staf Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte untuk meminta diberitahukan perihal kedatangannya kepada Kadivhubinter. Baru kemudian dipersilahkan masuk dan  bertemu. Saat pertemuan, saksi Tommy Sumardi  mengaku melihat Prasetijo Utomo menyerahkan uang sebesar usd 50.000 kepada Irjen Pol Napoleon Nonaparte, namun ditolak  oleh Irjen Pol Napoleon Nonaparte.

Bahkan menurut keterangan saksi Tommy Sumardi lagi, terjadi negosiasi  dimana Irjen Pol Napoleon Nonaparte, menaikkan permintaan dari   Rp. 3 milyar, menjadi   Rp. 7 milyar, dengan alasan “untuk petinggi kita yang menempatkan saya”. Atas permintaan tersebut, Tommy Sumardi malahan mengaku sempat menelpon Joko Soegiarto Tjandra untuk minta persetujuan.

Rekaman CCTV yang membuktikan Tommy Sumardi hanya 8 (delapan) menit berada di dalam Gedung TNCC Mabes Polri, berkesesuaian dengan Berita Acara Konstruksi.

Dalam adegan No 8  diterangkan: ”Tanggal 27 April 2020 jam 15.54 WIB, Tersangka Tommy Sumardi, Tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo turun dari mobil Alfhard warna putih No. Pol B-114-FAU berjalan masuk lobby Gedung RNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan. Tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo membawa paper bag warna gelap”.

Pada adegan No 13 diterangkan: ”Tanggal 27 April 2020 jam 16.02 WIB, Tersangka Tommy Sumardi dan Tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo,  meninggalkan Lobby Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan dan masuk ke dalam   mobil Alphard warna putih No. Pol B-114-FAU yang didalamnya ada saksi Winarno aias Wiwid dan saksi Supiadi. Tersangka Brigjen Pol Prasetijo Utomo membawa paper bag warna gelap”.

Menurut Napoleon berdasarkan  fakta tersebut — maka kesaksian Tommy Sumardi di depan persidangan, tentang adanya peristiwa pertemuan yang menghasilkan “kesepakatan” hasil negoisasi dengan Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte, di ruang kerjanya  yang meminta  biaya dinaikan menjadi sebesar Rp 7 Milyar, dan dikonsultasikan melalui telepon kepada Joko Soegiarto Tjandra, adalah  merupakan keterangan palsu. Pertemuan semacam itu dimana ada negosiasi segala membutuhkan waktu minimal 15 (lima belas) menit. Faktanya, kedatangan Saksi Tommy Sumardi pada tanggal 27 April 2020  ke Gedung TNCC Mabes Polri  hanya menelan waktu 8 (delapan) menit.

“Sejatinya pada tanggal 27 April 2020 itu, Saksi Tommy Sumardi tidak bertemu dengan Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Hal ini berkesesuaian dengan kesaksian Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte, saksi Fransiscus Dumais, dan saksi Dwi Jayanti Putri, dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang kompak menyatakan pada tanggal 27 April 2020 itu Tommy Sumardi tidak bertemu Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte” ujarnya lagi.

Kesaksian palsu Tommy Sumardi diulangi lagi dalam memberikan keterangan tentang peristiwa pertemuan dan penyerahan uang tanggal  28 April 2020, 29 April 2020. Keterangan palsu Tommy Sumardi yang lainnya juga terbongkar habis. Termasuk pengakuan palsunya, yang menyatakan tidak pernah bertemu lagi Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pada sepanjang tahun 2020.

Usai Tommy Sumardi mengaku seperti itu di depan persidangan, Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte lalu maju ke depan menghampiri meja majelis hakim menyerahkan bukti foto Tommy Sumardi tengah berada di ruang kerja Kabareskrim, memimpin doa ulang tahun Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang dirayakan secara terbatas pada taggal 5 Mei 2020. Ini artinya Tommy Sumardi lagi-lagi berbohong.

Menurut Irjen Pol Napoleon Bonaparte, semua keterangan saksi Tommy Sumardi selain palsu juga dikualifisir sebagai kesaksian “Unus Testis Nullus Testis ” — tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah.

Pada bulan Maret 2020, sebelum mengenal Terdakwa Irjen Pol Napoloen Bonaparte, atas permintaan Joko Soegiarto Tjandra untuk mengecek red notice di Divhubinter Polr,  Tommy Sumardi meminta uang sebesar Rp. 25 milyar kepada pemilik Hotel Mulia itu. Terjadi negosiasi, Joko Sugiarto Tjandra   meminta diturunkan Rp. 5 milyar.

“Saat itu saya tidak setuju, seminggu kemudian, Joko Soegiarto Tjandra mengubungi saya kembali untuk membicarakan berapa yang saya minta terkait pengurusan red notice tersebut dan pada saat itu disetujui Rp. 10 milyar akan diserahkan kepada saya untuk mengurusan pengecekan red notice” ujar Tommy Sumardi di depan persidangan.(YDH)

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Koramil 06/Setiabudi Laksanakan PPKM, Danramil: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Tue, 23 Feb 2021 12:18:33pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Koramil 06/ Setiabudi, Kodim 0504/Jakarta Selatan tidak henti-hentinya melaksanakan penerapan protokol...

Membumikan Pancasila Adalah Elemen Penting Sistem Ketahanan

Fri, 12 Feb 2021 05:36:15pm

Kuliah ilmu Pancasila dan Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan di Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2021).     JURNAL BATAVIA-Tenaga Profesional...

Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Ustad Maheer

Wed, 10 Feb 2021 06:09:19pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.  JURNAL BATAVIA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor...

Adam Damiri Ditetapkan Tersangka, Pengacara Pertanyakan Keabsahan Barang Bukti

Wed, 10 Feb 2021 11:17:19am

Pengacara Tonin Tachta Singarimbun.      JURNAL BATAVIA-Penetapan mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam Rachmat Damiri sebagai...

Konfederasi Buruh Optimistis Dana Peserta BPJS Naker Aman

Mon, 8 Feb 2021 03:16:24pm

Konferensi pers virtual oleh tiga konfederasi buruh terkait penyidikan dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejaksaan Agung...

Diduga Rugikan Negara 23,7 Triliun, Kejagung Sasar Tersangka Lain Kasus Asabri

Thu, 4 Feb 2021 09:53:13pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak.    JURNAL BATAVIA-Tim penyidik pidana khusus...

Kejari Pulang Pisau Tuntaskan Tiga Perkara Tipikor

Fri, 29 Jan 2021 06:01:55pm

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pulang Pisau, Triono Rahyudi (tengah).  JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulang Pisau Kalimantan Tengah...

Kejari Pulang Pisau Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

Fri, 29 Jan 2021 05:19:19pm

Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Triono Rahyudi beserta jajarannya. Istimewa.      JURNAL BATAVIA-Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis)...

Partai Berkarya Tolak Usulan UU Pemilu Jadi Acuan Pemilu 2024

Fri, 29 Jan 2021 02:26:48pm

Sekjen Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang. (Istimewa).    JURNAL BATAVIA-Partai Berkarya menolak usulan perubahan UU No 7 tahun 2017...

Jalin Ukhuwah, HIKABARA Silaturahmi dengan Kapolres Batubara

Thu, 28 Jan 2021 02:45:42pm

Foto: Istimewa.    JURNAL BATAVIA-Rombongan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabupaten Batu Bara (DPP HIKABARA)...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   7
Pengunjung Terakhir      :   11
Pengunjung Kemarin      :   77
Total Pengunjung               :   25321