Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

50 Negara Terkena dampak Ekonomi Virus Corona, Termasuk Indonesia?

Mon, 2 Mar 2020 08:00:31pm Jurnal Batavia
Dibaca 56 Kali
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
IMG-20200302-WA0013

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Istimewa.

JURNAL BATAVIA-Dampak perang dagang Tiongkok dan Amerika serta menyebarnya wabah virus Corona telah berdampak terhadap perekonomian sejumlah negara di dunia dan juga Indonesia yang merupakan partner ekspor-impor Tiongkok.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Rapat Kerja (Raker) Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Senin (2/3/2020) pagi.

“Belum selesai kita menghadapi perang dagang Tiongkok dan Amerika, sekarang ada masalah baru yang memicu dan menekan ekonomi yaitu adanya wabah Corona yang bermula di Tiongkok, sehingga menyebabkan dampak ekonomi di lebih dari 50 negara di dunia,” kata Tito.

Tito menjelaskan, dampak ekonomi dari penyebaran virus Corona begitu kuat. Kalau pabrik-pabrik di Tiongkok tutup karena masyarakat tidak berani untuk bekerja, sebagai salah satu raksasa ekonomi di dunia, maka kebutuhan impor Tiongkok untuk barang-barang produksi ekspornya menjadi berkurang. 

“Sehingga negara-negara yang memiliki hubungan ekspor-impor, itu akan terdampak semua. Nah, Indonesia adalah negara yang merupakan partner nomor satu bagi kita untuk impor itu adalah Tiongkok,” imbuh Mendagri. 

Di Jawa Barat, dikatakan Mendagri, banyak sekali komoditas yang diimpor dari Tiongkok untuk menjadi bahan-bahan pabrik di Indonesia.

“Katakanlah tekstile. Tekstile gak ada, produksi dalam negeri kurang, maka pabrik tekstile, garmen di Jawa Barat akan terdampak. Produksi menurun. Begitu produksi menurun, biaya untuk membiayai cost operasional kurang, pengangguran akan terjadi. Kalau sudah begitu akan ada gejolak sosial.”

Selain itu, lanjut Mendagri, ekspor juga berdampak. Partner nomor satu kita untuk ekspor dikatakan Mendagri adalah Tiongkok. Kalau ekspor mereka berkurang, permintaan mereka untuk ekspor, maka barang-barang yang kita ekspor kesana tidak bisa dijual di sana. 

“Itulah dampaknya. Belum lagi dampak wisata, terutama dari Manado itu 200 ribu dari Tiongkok, Bali 1,2 juta dari Tiongkok. Jawa Barat saya lihat paling banyak dari Malaysia. Kemudian Kepulauan Riau juga dari Tiongkok,” papar Mendagri.

Masih menurut Mendagri Tito, karena virus Corona, terjadi stagnasi dalam mobilitas masyarakat untuk berwisata, terutama wisata keluar negeri. 

“Untuk itulah, perintah dari Bapak Presiden agar memperkuat daya tahan ekonomi kita. Apa yang ada pada kita, uang yang ada pada kita harus segera beredar di masyarakat,” harap Mendagri. 

Kemudian daerah-daerah wisata yang menjadi berkurang karena efek psikologis dari wabah Corona, upayakan dibantu wisatawan domestik dari daerah lain. 

“APBD kabupaten/kota segera dibelanjakan supaya uang beredar di masyarakat,” tambah Mendagri.

Sebelumnya, dalam safari Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di beberapa Provinsi Mendagri mengaku telah bertemu banyak kepala desa di Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan sekarang di Jawa Barat yang juga merupakan salah satu provinsi penting mengingat kepadatan dan banyaknya jumlah desa.(IND)

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Optimis Raih Predikat Zona Integritas WBK Dan WBBM

Wed, 7 Apr 2021 10:42:09pm

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi.    JURNAL BATAVIA - Satuan kerja (Satker) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Kajari Pangkalpinang Jefferdian Gelar Vaksinasi Covid-19

Wed, 10 Mar 2021 09:52:26am

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang, Jefferdian SH MH, saat memimpin langsung jajarannya melaksanakan suntikan vaksinasi Covid -19. Foto:...

Tertarik Dengan Bisnis Raja Molen, Wakil Ketua BUMDes Tawarkan Kerjasama

Sat, 27 Feb 2021 05:22:42pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Pemantapan kerjasama BUMdes Badan Usaha Milik Desa, mitra usaha Desa Sindangkempeng Kecamatan Greged Kabupaten...

Kejagung Periksa ES dan 7 Direksi Perusahaan Sekuritas

Fri, 26 Feb 2021 07:54:13am

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.    JURNAL BATAVIA-Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus)...

Menuju Zona Integritas WBBM, Jampidum Ajak Jajarannya Mengubah Paradigma Lama

Wed, 24 Feb 2021 03:43:50pm

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana bersama Sekretaris Jampidum Yunan Harjaka dan jajaran Direktur Bidang Pidana Umum saat...

Koramil 06/Setiabudi Laksanakan PPKM, Danramil: Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Tue, 23 Feb 2021 12:18:33pm

Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Koramil 06/ Setiabudi, Kodim 0504/Jakarta Selatan tidak henti-hentinya melaksanakan penerapan protokol...

Membumikan Pancasila Adalah Elemen Penting Sistem Ketahanan

Fri, 12 Feb 2021 05:36:15pm

Kuliah ilmu Pancasila dan Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan di Jakarta Pusat, Rabu (10/2/2021).     JURNAL BATAVIA-Tenaga Profesional...

Kejari Kota Bogor Hentikan Penuntutan Ustad Maheer

Wed, 10 Feb 2021 06:09:19pm

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.  JURNAL BATAVIA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   0
Pengunjung Hari Ini         :   56
Pengunjung Terakhir      :   74
Pengunjung Kemarin      :   134
Total Pengunjung               :   33136