Jurnal Batavia - Suara Aspirasi Publik

Selain Dianiaya, Dokter RS Sempat Mau Diperkosa Si Sekuriti

Thu, 24 Dec 2020 03:36:02pm Jurnal Batavia
Dibaca 11 Kali
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
IMG_20201225_002851

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S Latuheru. Sumber: Instagram 

JURNAL BATAVIA-Polres Jakarta Barat mengungkap kronologi penganiayaan terhadap dokter RS di sebuah hotel di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (20/12/2020) lalu.

Dokter RS telah mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh AJ, seorang sekuriti di hotel tersebut. 

Berdasarkan kronologi, dokter RS nyaris mengalami pelecehan seksual terlebih dahulu hingga akhirnya dianiaya oleh pelaku tersebut. Pelecehan seksual terjadi ketika AJ yang merupakan sekuriti hotel mengantar korban menuju elevator.

Ketika itu korban harus ditemani pelaku karena penggunaan elevator membutuhkan access card yang tidak dimiliki korban.

“Korban tidak bisa mengakses lift tanpa access card, maka diantar (pelaku) menggunakan access card. Di dalam lift sempat terjadi upaya pelecehan seksual,” ujar Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru kepada wartawan, Kamis (24/12/2020).

Setelahnya, pelaku membawa korban ke ruangan kosong di lantai enam gedung hotel. Rupanya,.ia berupaya memperkosa korban di tempat tersebut. Korban pun segera melawan sehingga membuat pelaku marah dan menganiaya korban dengan sebuah kunci inggris.

Menurut Kasat Reskrim Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

Pelaku sempat mengarahkan korban ketika memarkir kendaraan. Kemudian, korban yang sedang mengikuti sertifikasi dokter jantung bertanya kepada pelaku di mana lokasi sertifikasi dilakukan.

Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk ke lantai enam hotel. “Padahal lantai enam itu kosong, jadi sudah terlihat ada niat buruk,” jelas Arsya.

Sebelum mengantar korban naik elevator, pelaku sempat mengambil sebuah kunci inggris yang berada di ruangan engineering.

Kemudian pelaku pun mengantarkan korban sambil membawa kunci inggris tersebut.

Ketika pelaku melakukan pelecehan seksual di dalam elevator, korban sempat menepis pelaku. Pelaku kemudian geram dan memukul kepala korban dengan tangannya.

“Lalu pelaku meminta uang Rp 500.000 pada korban,” kata Arsya.

Karena ketakutan, korban menyerahkan dompetnya yang hanya berisi Rp 150.000 kepada pelaku. Pelaku pun marah dan segera membawa korban keluar dari elevator menuju sebuah ruangan kosong.

Di ruangan tersebut, pelaku mencoba memperkosa korban. Namun, korban melawan, kemudian pelaku memukulnya dengan menggunakan kunci inggris yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Korban dipukul sebanyak sembilan kali dengan kunci inggris,” ujar Arsya.

Hingga kini, korban masih dirawat di ruangan intensive care unit (ICU) rumah sakit dan masih dalam keadaan kritis. Tengkorak kepala korban pecah dan harus dioperasi.

“Ada luka di kepala bagian kiri dan dekat mata. Tengkorak kepala korban pecah dan harus dioperasi,” jelasnya.

Pelaku dikenakan Pasal 351 Ayat (2) dengan ancaman 5 tahun penjara dan pasal 368 dengan ancaman 9 tahun penjara.(IND)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Bukan Pertama Kalinya Ada Mafia Hukum di Kejati Kepri

Sun, 6 Jun 2021 11:11:22pm

Foto: Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.    JURNAL BATAVIA-Dugaan praktek mafia hukum di tubuh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau...

Bank Mega Diminta Ganti Rugi Dana Nasabah Akibat Dugaan Pembobolan Rp 33,45 Miliar

Tue, 25 May 2021 10:36:10pm

Foto: Ilustrasi.    JURNAL BATAVIA - Sembilan nasabah Bank Mega yang tabungannya diduga dibobol pejabat bank menuntut pimpinan dan pemilik bank...

Atlet Karate Indonesia Bertekad Tingkatkan Prestasi di Kejuaraan Internasional

Sun, 23 May 2021 12:21:43am

Manager Pelatnas Mayjen TNI Sapriadi.    JURNAL BATAVIA - PB FORKI terus bertekad meningkatkan prestasi para atlet karate di Indonesia....

Kejati Banten Sukses Mendorong Percepatan Investasi Sebesar 59 Triliun

Wed, 19 May 2021 09:46:13pm

Foto: Istimewa.      JURNAL BATAVIA - Keberhasilan demi keberhasilan terus ditunjukkan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Tak cuma...

Purnawirawan, Istri, dan Warakawuri TNI AD di Wilayah Manokwari Papua Barat Mulai Divaksin AstraZeneca

Wed, 19 May 2021 10:00:20am

Foto: Pendam XVIII/Kasuari.   JURNAL BATAVIA - Menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa pada...

Ketum Partai UKM Pecat Sekjen Syafruddin Budiman

Sun, 9 May 2021 02:20:48pm

Istimewa.  JURNAL BATAVIA - Partai Usaha Kecil Menengah (UKM) kini dilanda konflik internal. Konflik terjadi antara Ketua Umum Partai...

Korban Mafia Tanah Minta Perlindungan Hukum Kapolri dan Jaksa Agung

Thu, 15 Apr 2021 05:46:57pm

Foto: Istimewa.    JURNAL BATAVIA - Seorang Pencari Kadilan, Zaenal Tayeb, korban mafia hukum di kepolisian dan kejaksaan  wilayah Bali,...

Bidang Intelijen Kejaksaan Agung Optimis Raih Predikat Zona Integritas WBK Dan WBBM

Wed, 7 Apr 2021 10:42:09pm

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi.    JURNAL BATAVIA - Satuan kerja (Satker) pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)...

PN Teluk Kuantan Kabulkan Gugatan Praperadilan Kepala BPKAD Kuansing

Mon, 5 Apr 2021 05:45:30pm

Logo Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.    JURNAL BATAVIA-Hakim Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Riau mengabulkan gugatan praperadilan  yang...

Anomali Presidenthial Treshold Dalam Negara Demokrasi 

Sun, 14 Mar 2021 12:19:58pm

Oleh: Muhammad Hasan Basri Peneliti Indonesia Justice Watch   JURNAL BATAVIA - Presidenthial Threshold (ambang batas) merupakan syarat...

Berita Terbaru

Politik

Ekonomi & Bisnis

Visitor

Pengunjung Online          :   1
Pengunjung Hari Ini         :   50
Pengunjung Terakhir      :   51
Pengunjung Kemarin      :   203
Total Pengunjung               :   36705